Saturday, 12 July 2014

Tugas 8 - ERP - Proses Input Transaksi Pembelian , Penjualan , Payroll, Investasi, Pembayaran Biaya-Biaya

Tugas 8
Membahas tentang bagaimana cara melakukan Transaksi di dalam OpenERP.

1. Transaksi Pembelian


Siklus Pembelian Tunai dan Kredit

a.      Keterangan Siklus Pembelian Kredit:
Prosedur pembelian secara kredit dilaksanakan melalui beberapa bagian dalam perusahaan bagian-bagian yang terkait dalam prosedur ini adalah bagian pembelian, penerimaan barang, hutang dan gudang,transaksi pembelian mencakup prosedur berikut ini :
1)     Pada saat persediaan bahan menunjukkan batas minimal fungsi gudang mengajukan permintaan pembelian ke fungsi pembelian.
2)     Fungsi pembelian meminta penawaran harga dari berbagai pemasok.
3)     Fungsi pembelian menerima penawaran harga dari berbagai pemasok dan melakukan pemilihan pemasok.
4)     Fungsi pembelian membuat order pembelian kepada pemasok yang dipilih.
5)     Fungsi penerimaan memeriksa dan menerima barang yang dikirim oleh pemasok.
6)     Fungsi penerimaan menyerahkan barang yang diterima kepada fungsi gudang untuk disimpan.
7)     Fungsi penerimaan melaporkan penerimaan kepada fungsi akuntansi.
8)     Fungsi akuntansi menerima faktur tagihan dari pemasok dan atas dasar faktor dari pemasok tersebut fungsi akuntansi mencatat kewajiban yang timbul dari transaksi pembelian

b.     Keterangan Siklus Pembelian Tunai:
Prosedur pembelian tunai hampir sama dengan prosedur pembelian secara tunai yang dilaksanakan melalui beberapa bagian dalam perusahaan bagian-bagian yang terkait dalam prosedur ini adalah bagian pembelian, penerimaan barang, hutang dan gudang, tetapi ada perbedaa di saat pencatatan transaksi nya di bagaian akunting ,transaksi pembelian secara tunai ini mencakup prosedur berikut :
1)     Pada saat persediaan bahan menunjukkan batas minimal fungsi gudang mengajukan permintaan pembelian ke fungsi pembelian.
2)     Fungsi pembelian meminta penawaran harga dari berbagai pemasok.
3)     Fungsi pembelian menerima penawaran harga dari berbagai pemasok dan melakukan pemilihan pemasok.
4)     Fungsi pembelian membuat order pembelian kepada pemasok yang dipilih.
5)     Fungsi penerimaan memeriksa dan menerima barang yang dikirim oleh pemasok.
6)     Fungsi penerimaan menyerahkan barang yang diterima kepada fungsi gudang untuk disimpan.
7)     Fungsi penerimaan melaporkan penerimaan kepada fungsi akuntansi.
8)     Fungsi akuntansi menerima faktur tagihan dari pemasok dan atas dasar faktor dari pemasok tersebut fungsi akuntansi mencatat kewajiban yang timbul dari transaksi pembelian

Siklus Retur Pembelian
a.      Departemen persediaan: 
Melakukan pengecekan persediaan, mengumpulkan persediaan yang rusak dan mencatat persediaan yang rusak lalu membuat daftar persediaan yang rusak rangkap 2,yaitu: 
1)     lembar pertama diberikan kepada manajer persediaan dan mengirimkan persediaan yang rusak  ke manajer persediaan 
2)     lembar kedua disimpan sebagai arsip.
Menerima bukti pengiriman barang retur dan barang pengganti dari departemen penerimaan.
Departemen persediaan melakukan pengecekan dan membuat laporan penerimaan penggantian barang rangkap 2, yaitu: 
1)     lembar pertama beserta bukti penggantian barang retur dikirim ke manajer persediaan 
2)     lembar kedua disimpan sebagai arsip. 

b.      Manajer persediaan: 
Menerima persediaan yangrusak dan daftar persediaan yang rusak. 
Manajer persediaan melakukan pengecekan, lalu mengesahkan daftar persediaan yang rusak rangkap 2, yaitu : 
1)                  Pembar pertama disimpan sebagai arsip 
2)                  lembar kedua dikirimkan ke departemen pembelian beserta dengan persediaan yang rusak. 

Menerima laporan penerimaan penggantian barang beserta dengan bukti penggantian barang retur melakukan pemeriksaan terhadap laporan penggantian barang. 
Mengirimkan laporan penggantian barang yang telah diperiksa beserta dengan bukti penggantian barang retur ke bagian akuntansi. 

c.      Departemen pembelian:
Menerima daftar persediaan rusak yang telah disahkan dari bagian manajer persediaan, berdasarkan hal tersebut membuat surat retur pembelian rangkap 2, yaitu: 
1)        lembar pertama dikirimkan ke departemen penerimaan. 
2)        Lembar kedua dikirim ke supplier beserta dengan persediaan yang rusak. 

Menerima surat penerimaan retur lalu mengirimkannya ke departeman penerimaaan. 

d.      Supplier:
Menerima surat retur pembelian dan persediaan yang rusak, berdasarkan hal tersebut membuat surat penerimaan retur rangkap 2,yaitu: 
1)                     lembar pertama dikirimkan ke departeman pembelian 
2)                     lembar kedua disimpan sebagai arsip. 

Menyiapkan barang pengganti membuat bukti penggantian barang retur rangkap 2 beserta barang tersebut ke departemen penerimaan. 
Menerima surat penggantian barang retur yang telah di acc. 

e.      Departemen penerimaan: 
Menerima surat retur pembelian dari departemen pembelian.
Menerima surat penerimaan retur dari departemen pembelian.
Menerima bukti penggantian barang retur 2 lembar dan barang pengganti.
Lalu berdasarkan bukti penggantian barang retur 2 lembar ditambah dengan surat penerimaan retur dan surat retur pembelian, departemen penerimaan mengesahkan bukti pengiriman barang retur 2 lembar,yaitu: 
1)     Lembar ke dua dikirim ke supplier 
2)     Lembar pertama beserta barang dikirim ke departemen persediaan. 

f.        Bagian Akuntansi : 
Menerima laporan penggantian barang yang telah diperiksa, lalu berdasarkan laporan tersebut membuat laporan catatan persediaan rangkap 2, yaitu: 
1)     lembar pertama disimpan sebagai arsip 
2)     lembar kedua dikirim ke bagian pimpinan 

g.      Pimpinan: 
Menerima laporan catatan persediaan dan mengesahkannya 
2. Transaksi Penjualan

 
Siklus Penjualan Tunai dan Kredit
Penjualan merupakan sumber hidup suatu perusahaan, karena dari penjualan dapat diperoleh laba. Banyak faktor selain usaha promosi termasuk segi pelayanan atau pemberian service, harga yang cocok, juga bagian pimpinan perusahaan dapat mengikuti order penjualan yang masih luas/terbuka. Maka aktivitas penjualan dapat di kronologiskan sebagai berikut:
1) Penerimaan pesanan
2) Penegasan pesanan
3) Pengiriman barang
4) Pembuatan faktur
5) Pembuatan laporan operasional penjualan
Prosedur penjualan adalah urutan-urutan sejak diterimanya pesanan dari pembeli pengiriman barang, pembuatan faktur (penagihan) dan pencatatan penjualan. Prosedur penjualan melibatkan beberapa bagian dalam perusahaan dengan maksud agar penjualan yang terjadi dapat diawasi dengan baik.
Penjualan dapat dibagi 2 dalam pelaksanaannya, yaitu:
·         Penjualan secara kredit
·         Penjualan secara tunai

a.                  Prosedur Penjualan Tunai
Pelanggan datang ke toko/ perusahaan dan melihat barang yang diinginkan. Setelah pelanggan mendapatkan barang yang diinginkan dan cocok dengan harga yang diajukan, pelanggan memberikan kepastian untuk barang yang akan di beli. Dan datang kebagian penjualan (teller) untuk dilakukan pencatatan pembelian tunai , lalu pelanggan akan memberikan uang sesuai dengan harga barang tersebut.

a.1.  Keterangan Siklus Penjualan Tunai:
1)     Customer
Customer melakukan order barang yang dikirim ke Bagian Penjualan. Lalu mendapatkan Bukti Pembelian. Setelah diproses, customer akan mendapatkan kiriman barang dari Bagian Pengiriman. Barang yang diterima lalu dicek apakah sama dengan Bukti Pembelian. Jika cocok, customer menandatangani dan mengembalikan Surat Jalan dan Bukti Pembelian ke Bagian Pengiriman.
2)     Bagian Penjualan
Setelah menerima Order Barang dari Customer, Bagian Penjualan membuat Bukti Pembelian yang dirangkap 3, lembar pertama untuk Customer, lemabar kedua untuk Bagian Gudang, dan lembar ketiga untuk Bagian Keuangan. Dari Bukti Pembelian tersebut, Bagian Penjualan membuat Surat Jalan yang dirangkap 3. Lembar pertama dan kedua untuk Bagian Pengiriman dan lembar ketiga untuk Bagian Gudang.
Dari Bukti Pembelian 1 dan 2 yang diterima dari Bagian Pengiriman, lalu dibuat Laporan Penjualan rangkap 2, lembar pertama sebagai arsip dan lembar kedua dikirim ke Pimpinan.
3)     Bagian Gudang
Dari Bukti Pembelian yang diterima dari Bagian Penjualan, Bagian Gudang menyiapkan barang yang diorder. Barang tersebut dikirim ke Bagian Pengiriman. Bagian Gudang juga menerima Surat Jalan dari Bagian Penjualan sebagai arsip.
4)     Bagian Pengiriman
Setelah menerima Barang dari Bagian Gudang dan Surat Jalan dari Bagian Penjualan, lalu barang dikirim bersama Surat Jalan tersebut ke Customer.
Bukti Pembelian dan Surat Jalan yang telah ditandatangani oleh Customer diberikan ke Bagian Penjualan.
5)     Bagian Keuangan
Menerima Bukti Pembelian dari Bagian Penjualan sebagai dasar pembuatan Laporan Keuangan yang dirangkap 2, yang pertama diberikan ke Pemimpin dan lembar kedua untuk arsip.
6)     Pemimpin
Menerima Laporan Keuangan dari Bagian Keuangan dan Laporan Penjualan dari Bagian Penjualan sebagai arsip.
b.                 Prosedur Penjualan Kredit
Pelanggan datang ke toko/ perusahaan dan melihat barang yang diinginkan. Setelah pelanggan mendapatkan barang yang diinginkan dan cocok dengan harga yang diajukan, pelangganmengajukan permohonan kredit, maka fungsi penjualan akan memberikan formulir  penjualan kredit dan menjelaskan persyaratan untuk mengajukan penjualan kredit.Setelah formulir diisi dan ditandatangani oleh pelanggan, formulir tersebut diserahkan kepada fungsi penjualan kembali beserta data-data yang diperlukan untuk diperiksakelengkapannya, setelah di cek kelengkapannya, fungsi penjualan akan mengirim formulir penjualan kredit dan persyaratan yang diperlukan ke fungsi kredit.


a.2. Keterangan Siklus Penjualan Kredit:
1)     Customer
Customer melakukan order barang yang dikirim ke Bagian Penjualan. Lalu mendapatkan Bukti Pembelian. Setelah diproses, customer akan mendapatkan kiriman barang dari Bagian Pengiriman. Barang yang diterima lalu dicek apakah sama dengan Faktur Pembelian. Jika cocok, customer menandatangani dan mengembalikan Surat Jalan dan Faktur Pembelian ke Bagian Pengiriman.
2)     Bagian Penjualan
Setelah menerima Order Barang dari Customer, Bagian Penjualan membuat Faktur Pembelian yang dirangkap 3, lembar pertama untuk Customer, lemabar kedua untuk Bagian Gudang, dan lembar ketiga untuk Bagian Keuangan. Dari Faktur Pembelian tersebut, Bagian Penjualan membuat Surat Jalan yang dirangkap 3. Lembar pertama dan kedua untuk Bagian Pengiriman dan lembar ketiga untuk Bagian Gudang.
Dari Faktur Pembelian 1 dan 2 yang diterima dari Bagian Pengiriman, lalu dibuat Laporan Penjualan rangkap 2, lembar pertama sebagai arsip dan lembar kedua dikirim ke Pimpinan.
3)     Bagian Gudang
Dari Faktur Pembelian yang diterima dari Bagian Penjualan, Bagian Gudang menyiapkan barang yang diorder. Barang tersebut dikirim ke Bagian Pengiriman. Bagian Gudang juga menerima Surat Jalan dari Bagian Penjualan sebagai arsip.
4)     Bagian Pengiriman
Setelah menerima Barang dari Bagian Gudang dan Surat Jalan dari Bagian Penjualan, lalu barang dikirim bersama Surat Jalan tersebut ke Customer.
Faktur Pembelian dan Surat Jalan yang telah ditandatangani oleh Customer diberikan ke Bagian Penjualan.
5)     Bagian Keuangan
Menerima Faktur Pembelian dari Bagian Penjualan sebagai dasar pembuatan Laporan Keuangan yang dirangkap 2, yang pertama diberikan ke Pemimpin dan lembar kedua untuk arsip.
6)     Pemimpin
Menerima Laporan Keuangan dari Bagian Keuangan dan Laporan Penjualan dari Bagian Penjualan sebagai arsip.

Link Download Tutorial 
Document
    TUTORIAL INPUT TRANSAKSI PENJUALAN PADA OPENERP

Video

    TUTORIAL INPUT TRANSAKSI PENJUALAN PADA OPENERP

3. Transaksi Payroll


Siklus Penggajian dan Upah
1)     Karyawan
Karyawan membuat data diri yang dirangkap menjadi 1, lembar pertama dikirim ke HCS lembar kedua sebagai dasar melakukan presensi yang diserahkan ke HCS.
Setelah diproses, slip gaji yang telah divalidasi oleh Pimpinan di serahkan bersama dengan uang/gaji oleh HCS.

2)     HCS
Setelah menerima data karyawan dan hasil presensi, HCS merekap presensi, rekapan tersebut diberikan ke bagian keuangan.
HCS merupakan bagian yang memberikan slip gaji yang telah divalidasi beserta dengan uang.

3)     Bagian Payroll
Rekap presensi yang diterima dari HCS, oleh Bagian keuangan dibuat slip gaji yang dirangkap 3, lembar pertama sebagai dasar bagian keuangan membuat laporan penggajian, lembar kedua sebagai arsip, dan lembar ketiga diserahkan ke Manajer.

4)     Pimpinan
Setelah menerima slip gaji dari keuangan, manajer memvalidasi sehingga menjadi slip gaji yang telah divalidasi menjadi 2 rangkap, lembar pertama sebagai arsip, lembar kedua diberikan ke HCS yang nantinya akan diserahkan ke karyawan. Manajer juga menerima laporan penggajian dari bagian keuangan.

4. Input Investasi , Pembayaran Biaya -Biaya

 Merupakan Proses Input Modal Awal untuk melakukan transaksi keuangan , dan pembayaran Biaya Biaya dalam transaksi akunting

Link Download Tutorial   
Document
    Kel 10_PR 8_Konfigurasi Investasi, Pembayaran Listrik dan Telepon-1
    Kel 10_PR 8_Konfigurasi Investasi, Pembayaran Listrik dan Telepon-2
    Kel 10_PR 8_Konfigurasi Investasi, Pembayaran Listrik dan Telepon-3
Video

    Kel 10_PR 8_Konfigurasi Investasi, Pembayaran Listrik dan Telepon

 


No comments:

Post a Comment